Prodi Teknologi Pangan Unimus teken MoU dengan Coolnova® Technology dari Jerman

0
421
Penandatanganan MoU dari kiri Prof Trondsen (Coolnova), Prof Jamaludin Darwis (Rektor Unimus), dan Siti Aminah MSi (Kaprodi Teknologi Pangan)

Jumat, 31 Oktober 2014 barangkali menjadi hari bersejarah bagi UNIMUS khususnya Program Studi Teknologi Pangan, karena berhasil menggait Coolnova Technology dari Jerman sebagai mitra dalam pelaksanaan workshop di Indonesia, termasuk riset dan pengembangan aplikasi Coolnova dalam industri penyimpanan ikan, daging dan hasil-hasil pertanian lainnya.  Coolnova® merupakan peralatan modern dalam freezing and defrosting  untuk produk daging, ikan dan pangan lainnya. Bertindak sebagai pihak yang melakukan tanda tangan adalah Coolnova Technology diwakili Komisaris yaitu Prof Trobjorn Trondsen dan Ketua Program Studi Teknologi Pangan Unimus Siti Aminah STP MSi, disaksikan rektor Unimus Prof Dr Jamaluddin Darwis, MA.

Coolnova® menawarkan kualitas hasil defrosted = Kualitas Segar seperti sebelumnya pembekuan sehingga memiliki kualitas yang sama seperti saat ikan ditangkap, daging sehabis penyembelihan, dan buah sehabis dipetik, papar Profesor perikanan dari Norwegia ini. “Tidak ada drip loss, dehidrasi atau oksidasi, pada hal biasanya kehilangan berat bisa mencapai 3-5% setelah pembekuan. Dehidrasi dan oksidasi biasanya tidak bisa dihindari dari produk yang disimpan sehingga menyebabkan discoloring ikan dan daging merah. Coolnova® menawarkan efisiensi pengolahan hingga 75% yaitu penurunan waktu pencairan, juga hemat energi karena hanya membutuhkan 2-5% energi dibandingkan metode defrosting secara manual,” tambahnya. Bisa dilihat dari tayangan videonya di link

http://www.youtube.com/watch?v=XONx_MvidcM

Professor Torbjørn Trondsen berpose bersama Pejabat UNIMUS

Rektor UNIMUS disaksikan Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Wakil Rektor I Bidang Akademik menyambut baik rintisan yang dilakukan oleh Prodi Teknologi Pangan Unimus, dimana hal ini sejalan dengan visi UNIMUS menuju kualitas global untuk melaksanakan riset-riset di tingkat internasional. M Yusuf PhD selaku biro kerjasama luar negeri Unimus berharap pada Dosen dan Mahasiswa di Prodi Teknologi Pangan demikian juga di Teknik Mesin dapat mengambil manfaat untuk meningkatkan kapasitas bangsa Indonesia dengan belajar kepada pionernya teknologi yaitu Jerman. (admin/gus)