Tingginya biaya pakan kerap menjadi beban terberat bagi para pembudidaya lele. Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar pelatihan Maggot Aquafeed II di Pendopo Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Melalui program ini, mahasiswa membimbing masyarakat mengolah maggot Black Soldier Fly (BSF) menjadi produk pakan pelet lele siap pakai. Langkah hilirisasi ini melengkapi tahap sebelumnya (Maggot Aquafeed I) yang berfokus pada budidaya maggot segar.
Langkah ini dirasa sangat krusial mengingat warga Kelurahan Pringapus mengelola sedikitnya 24 kolam lele sistem bioflok yang membutuhkan pasokan pakan dalam jumlah besar. Maggot BSF menjadi solusi ideal karena mengandung kadar protein tinggi mencapai 30–40 persen, serta dibudidayakan menggunakan limbah organik rumah tangga.
Dalam pelatihan tersebut, warga diajarkan tahapan pengolahan maggot, mulai dari pengeringan, penghalusan, pencampuran dengan bahan pendukung, hingga pencetakan menggunakan mesin pelet. Selain meningkatkan nilai ekonomis maggot ketimbang dijual segar, pakan pelet ini jauh lebih praktis untuk disimpan dan didistribusikan.
Inovasi yang menjadi bagian dari Program LENTERA (Lele Sejahtera) di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Siti Aminah, S.TP., M.Si. ini terbukti memberikan dampak finansial yang signifikan. Berdasarkan kajian, formulasi kombinasi 50% pakan komersial dan 50% pelet maggot BSF sanggup menekan biaya pengadaan pakan hingga 22,74 persen per siklus produksi.
Lewat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna ini, mahasiswa UNIMUS tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi serta mewujudkan sistem budidaya perikanan yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan di Pringapus.