Dalam upaya mempercepat langkah menuju kampus berdaya saing global, dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) berpartisipasi dalam pelatihan internasional “International Office Staff Communication and Professionalism Workshop”. Kegiatan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 18 – 19 Juli 2025, bertempat di Metro Park View Hotel, Semarang.
“Kami menugaskan kepada Dr Agus Suyanto, Dioe Yonata, STP MTP, dan Dwi Hernawan STP untuk mengikuti kegiatan tersebut. Prodi Teknologi Pangan Unimus punya mahasiswa asing dan event internasional diselenggarakan tiap tahun. Kegiatan workshop akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan,” Jelas Yunan Kholifatuddin Sya’di, Kaprodi.
Workshop berskala internasional ini diinisiasi oleh konsorsium universitas dalam program FIND4S (Capacity Building in Higher Education). Keikutsertaan delegasi Teknologi Pangan Unimus ini difokuskan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi lintas budaya, penulisan korespondensi profesional, serta profesionalisme pelayanan dalam mengelola mobilitas mahasiswa dan staf asing.
Rangkaian pelatihan intensif ini terbagi ke dalam empat sesi utama yang diisi oleh para pakar internasional dan praktisi kantor urusan internasional. Pada sesi Verbal Interaction, peserta mendapatkan pemaparan langsung dari Hilde Lauwereys dari KU Leuven, Belgia. Lauwereys membagikan strategi praktis universitasnya dalam menyambut civitas akademika asing melalui program interaktif seperti student integration coach dan orientation week.
Sementara itu, pada sesi kompetensi interkultural, Kepala Kantor Internasional Universitas Diponegoro (Undip), Pulung Widhi Hananto, S.H., M.H., LL.M., menekankan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi menuntut kesetaraan peran yang aktif. Menurutnya, dosen dan tendik di tingkat program studi—seperti Teknologi Pangan—merupakan garda terdepan yang krusial dalam mengelola isu kompleks, mulai dari administrasi visa hingga implementasi kerja sama bilateral agar tidak menjadi sleepy agreements (perjanjian yang pasif).
Melalui lokakarya ini, perwakilan dosen dan tendik Teknologi Pangan Unimus tidak hanya dibekali teori, tetapi juga terlibat aktif dalam simulasi penyusunan strategi komunikasi yang adaptif. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan ekosistem akademik di Unimus yang ramah dan siap menyambut kolaborasi global di bidang teknologi pangan. (Gus Asissted AI)