PERKUAT RISET, PRODI TEKNOLOGI PANGAN UNIMUS LENGKAPI INSTRUMEN TEXTURE ANALYZER

Guna meningkatkan akurasi dan kualitas analisis reologi serta sifat fisik bahan pangan, Prodi Teknologi Unimus  melengkapi fasilitas laboratoriumnya dengan peralatan Texture Analyzer (CT3 Texture Analyzer Brookfield). Pengadaan instrumen mutakhir ini merupakan bagian dari program kerja sama internasional FIND4S (Food Innovation and Nutrition Development for Sustainability). Konsorsium strategis ini melibatkan empat perguruan tinggi ternama dari Eropa, yaitu: Katholieke Universiteit Leuven (Belgia), University College Dublin (Irlandia), Universidade Católica Portuguesa (Portugal), Hochschule Anhalt (Jerman).
“Texture Analyzer beroperasi dengan cara memberikan gaya mekanis (tekanan, tarikan, atau pemotongan) pada sampel bahan pangan secara terukur. Instrumen ini terhubung langsung dengan perangkat lunak analisis data untuk mengonversi respons fisik bahan menjadi kurva kuantitatif yang presisi, sehingga diperoleh obyektivitas pengukuran dan quality control dalam  formulasi produk, ” jelas Dr Agus Suyanto, pengampu mata kuliah sifat fisik bahan.
Produk inovasi mahasiswa Teknologi Pangan UnimusDengan dukungan berbagai jenis probe dan fixture, instrumen ini mampu melakukan ragam pengujian mutu fisik bahan pangan, seperti : Kekerasan (Hardness), Kerenyahan & Kehempasan (Kerenyahan/Fracturability), Kenyal & Elastisitas (Springiness & Chewiness), Keleketan (Adhesiveness), Kekuatan Gel (Gel Strength), juga Kerenyahan Tarik (Tensile Strength).
Produk inovasi mahasiswaTexture Analyzer membuka peluang luas  untuk menghasilkan riset berdampak tinggi mendorong hilirisasi produk pangan berbasis bahan baku lokal yang memiliki tekstur dan mutu fisik berstandar industri modern. (Gus admin)

(more…)

Continue ReadingPERKUAT RISET, PRODI TEKNOLOGI PANGAN UNIMUS LENGKAPI INSTRUMEN TEXTURE ANALYZER

DORONG INOVASI RISET PANGAN, PRODI TEKNOLOGI PANGAN UNIMUS HADIRKAN FREEZE DRYER

Dalam upaya memperkuat daya saing akademik serta meningkatkan kualitas penelitian di bidang teknologi pangan, Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Unimus melengkapi fasilitas laboratoriumnya dengan perangkat Freeze Drier (pengering beku) mutakhir merek BOTH asal Tiongkok. (more…)

Continue ReadingDORONG INOVASI RISET PANGAN, PRODI TEKNOLOGI PANGAN UNIMUS HADIRKAN FREEZE DRYER

MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN UNIMUS RAIH BRONZE MEDAL DAN FAVORITE POSTER DARI UNIVERSITAS DI THAILAND

 Tim CHROMAFILM dari Prodi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) meraih dua penghargaan, yaitu Bronze Medal (Medali Perunggu) dan predikat Favorite Poster, pada ajang kompetisi esai ilmiah internasional bertema Food yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 8–9 Agustus 2026. (more…)

Continue ReadingMAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN UNIMUS RAIH BRONZE MEDAL DAN FAVORITE POSTER DARI UNIVERSITAS DI THAILAND

Solusi Hemat Budidaya Lele: Mahasiswa UNIMUS Racik Pelet dari Maggot BSF

Tingginya biaya pakan kerap menjadi beban terberat bagi para pembudidaya lele. Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar pelatihan Maggot Aquafeed II di Pendopo Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Melalui program ini, mahasiswa membimbing masyarakat mengolah maggot Black Soldier Fly (BSF) menjadi produk pakan pelet lele siap pakai. Langkah hilirisasi ini melengkapi tahap sebelumnya (Maggot Aquafeed I) yang berfokus pada budidaya maggot segar.
Langkah ini dirasa sangat krusial mengingat warga Kelurahan Pringapus mengelola sedikitnya 24 kolam lele sistem bioflok yang membutuhkan pasokan pakan dalam jumlah besar. Maggot BSF menjadi solusi ideal karena mengandung kadar protein tinggi mencapai 30–40 persen, serta dibudidayakan menggunakan limbah organik rumah tangga.

Dalam pelatihan tersebut, warga diajarkan tahapan pengolahan maggot, mulai dari pengeringan, penghalusan, pencampuran dengan bahan pendukung, hingga pencetakan menggunakan mesin pelet. Selain meningkatkan nilai ekonomis maggot ketimbang dijual segar, pakan pelet ini jauh lebih praktis untuk disimpan dan didistribusikan.

Inovasi yang menjadi bagian dari Program LENTERA (Lele Sejahtera) di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Siti Aminah, S.TP., M.Si. ini terbukti memberikan dampak finansial yang signifikan. Berdasarkan kajian, formulasi kombinasi 50% pakan komersial dan 50% pelet maggot BSF sanggup menekan biaya pengadaan pakan hingga 22,74 persen per siklus produksi.
Lewat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna ini, mahasiswa UNIMUS tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi serta mewujudkan sistem budidaya perikanan yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan di Pringapus.

(more…)

Continue ReadingSolusi Hemat Budidaya Lele: Mahasiswa UNIMUS Racik Pelet dari Maggot BSF