KKL 2017 Teknologi Pangan UNIMUS, Belajar Sukses dari Industri Pangan di Jatim dan Bali

0
503

IMG-20171114-WA0007Jawa Timur dan Bali menjadi tujuan KKL 2017 mahasiswa Teknologi Pangan Unimus.  “Kekhasan potensi pangan daerah dan keuletan jiwa wirausaha masyarakat di sana yang ingin kita dapatkan dari kegiatan KKL. Kombinasi antara belajar dan wisata, terutama kunjungan di  Kusuma agrowisata Malang yaitu dengan melihat proses pembuatan venegar, dodol dan sari buah apel, diakhiri dengan pemetikan buah apel, “ jelas Dr Ir Nurrahman MSi dosen pendamping KKL.

Rombongan mahasiswa satu bus dengan 2 pendamping dosen melaksanakan KKL 6 hari dari tanggal 8 sd 13 Nopember 2017. “KKL dengan visit company adalah kegiatan rutin diselenggarakan setiap tahun bertujuan untuk memperluas pengalaman mahasiswa pada industri pengolahan pangan, dan sebagian dari tugas mata kuliah Manajemen Industri Pangan dan mata kuliah Teknologi Pengemasan,” tambah M Yusuf PhD yang ikut serta mendampingi kegiatan KKL.

IMG-20171114-WA0004Kunjungan industri yang pertama adalah di PT. Manasatria Kusumajaya Perkasa di Batu Malang atau yang lebih dikenal dengan Kusuma Agro Industri. Perusahaan ini merupakan pelopor industri produk berbahan dasar apel seperti minuman sari apel, teh apel, jenang, selai, cuka apel. Selain food industry, Kusuma Agro Industri juga tempat wisata seperti kebun petik apel, petik strawberry dll. Perusahaan yang dirintis oleh Ir Edy Antoro tahun 1989 di kota Batu Malang ini sukses dengan menyedot 200 ribu pengunjung per tahun wisman local dan manca negara dan telah menjadi ikon wisata kota Malang.

Dijelaskan oleh pihak Kusuma agro industri, “Wirausaha membutuhkan tekad dan keuletan dalam berusaha. Bpk Ir Edy Antoro yang merintis usaha ini rela keluar dari posisinya yang sudah mapan di PTPN XII, menyulap tanah gersang menjadi kebun apel. Saat panen ternyata harganya jatuh, namun dibalik tidak prospeknya apel itu beliau memasarkan apelnya dengan cara unik yaitu beli apel dengan petik sendiri di kebunnya. Luar biasa, ternyata animo masyarakat sangat besar untuk mengunjungi kebun apelnya. Usahanya berkembang, tahun 1991 mendirikan Hotel Kusuma Agrowisata, kemudian tahun 1999 mendirikan PT Manasatria Kusumajaya Perkasa yang mengolah apel menjadi produk sirup, selai, dodol, dll.”

kripik malang
Aneka Kripik Buah, Malang

Dijelaskan Alma Nur Faizah mahasiswa yang mengkoordinir kegiatan KKL, “Setelah kunjungan pertama di industri pangan modern, maka kunjungan kedua ke home industri yaitu CV Bagus Agriseta Mandiri (berdiri tahun 2001), UKM yang berkembang pesat mengolah berbagai macam buah menjadi produk makanan ringan yaitu kripik.” Saat ini usahanya telah berkembang dengan diversifikasi produk olahan apel menjadi dodol, jenang, sari apel, bakpia disamping keripik yang menjadi produk unggulan. Perusahaan ini telah menerapkan green production yaitu suatu konsep usaha degan zero waste. Hasil samping sirup apel ampasnya diolah menjadi dodol, dan dari kulit apel pun disulap menjadi tepung apel.” “Banyak pelajaran yang kita dapat dari kunjungan ke tempat ini,” tambah Alma mahasiswa semester 5 ini.

Perjalanan ke Malang dilanjutkan ke Bali juga menjadi kenikmatan sendiri bagi peserta KKL, dengan menikmati keindahan pemandangan dan penyeberangan dengan kapal feri di selat Bali. Kunjungan industri berikutnya sesampai di Bali yaitu di PT. Bali Maya Permai Food Canning Industry, perusahaan pengalengan ikan, tepatnya di Kabupaten Negara, Bali.  PT. Bali Maya Permai telah memperkerjakan lebih dari 1500 pekerja terlatih dan memproduksi 80 ton ikan setiap harinya. Salah satu produk dari perusahaan ini ikan kaleng sardine dan tuna dengan merk “King Fisher” telah banyak dikenal luas oleh konsumen Indonesia, kendati 80% produksinya adalah untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Salah satu produk PT Bali Maya Permai
Salah satu produk PT Bali Maya Permai

“Kali ini tidak kalah luar biasanya dimana kami dapat melihat seluruh proses produksi dari bahan masuk sampai produk jadi,” jelas Alma.  Mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing didampingi staff produksi, menggunakan alat pelindung diri (APD) kemudian dipandu melihat proses produksi. Pertama, mulai dari pembongkaran ikan di cold storage kemudian proses thawing, butchering dilanjutkan pemisahan duri ikan, sterilisasi hingga proses akhir yaitu filling, pelabelan dan pengepakan. Ditambahkan oleh mahasiswa lainnya, “Kami dapat melihat seluruh produksi dari dekat dan intensif sehingga benar-benar tau alur seluruh produksi.” Ditambahkan M Yusuf PhD, “Mahasiswa juga dapat mendalami menjemen industri bidang pengolahan makanan hasil laut dalam kunjungan ini. Pihak perusahaan juga very welcoming terhadap Prodi Teknologi Pangan Unimus dengan dengan memberi kesempatan PKL di waktu yang akan datang.”

Refreshing di Bedugul Bali
Refreshing di Danau Bedugul Bali

Selesai menambah knowledge dengan kunjungan industri kemudian rombongan me-refresh  pikiran dengan menikmati keindahan objek-objek wisata di Bali seperti Pantai Dreamland, Pantai Pandawa, Bedugul, Pusat oleh-oleh krisna, Cening Bagus, Joger dan tak lupa menonton pertunjukan Tari Kecak. “Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan dengan lancar. Ingin rasanya tahun depan ke sini lagi, masih banyak obyek pembelajaran yang belum terserap,” kenangnya. Happy nice trips. (Alma/Gus Admin)

 

Remember, you must use specific examples in this part https://essaydragon.com/ of the case study analysis, and your suggestions must be backed up with data and relevant calculations.